Tampilkan postingan dengan label tradisi unik di Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisi unik di Aceh. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 November 2015
3 Tradisi Unik Ini Hanya Ada di Aceh, Tidak Anda Temukan di Daerah Lain
By rijalmaulana96.blogspot.com05.02kebudayaan aceh, kenduri blang, kuah beulangong, Peusijuk, tradisi unik di AcehNo comments
Tradisi Unik Masyarakat Aceh
yang Tidak di Temukan di Daerah Lain
Selamat
sore teman-teman semua. Kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang
kebudayaan unik masyarakat Aceh yang sudah dijadikan sebagai warisan turun menurun.
Penasaran dengan informasinya? Baiklah, mari kita simak penjelasannya berikut
ini.
Tahukah
anda bahwa setiap daerah di Indonesia mempunyai kebudayaan yang khas dan unik? Begitu
juga halnya dengan provinsi Aceh. Masyarakat Aceh yang mayoritasnya muslim juga
mempunyai tradisi kebudayaan yang unik lho?. Akan tetapi, tradisi kebudayaan
tersebut sangat menjunjung tinggi nilai religius (agama) Islam, sebagaimana
Aceh yang dijuluki dengan daerah Serambi
Mekah, karena nilai keislaman masyarakat Aceh masih sangat kental. Berikut
adalah budaya-budaya unik dan khas dari beberapa daerah di Aceh.
1. Peusijuek
Dalam bahasa Aceh Peusijuk terdiri dari dua kata,
yaitu peu dan sijuek. Jika ditilik lebih lanjut, peu dalam kata peusijuk bukanlah
kata yang bisa dipisahkan karena peu di sini bermaksa sebagai awalan untuk
kata sijuek. Sijuek berarti
dingin, jadi jika digabung dengan awalan peu, artinya adalah pendingin
atau membuat sesuatu menjadi dingin. Tujuan Peusijuk sebenarnya adalah untuk memberkati sesuatu termasuk di
dalamnya mendoakan orang akan dipeusijuk. Secara makna yang lebih
luas, Peusijuk adalah sebuah prosesi yang dilakukkan pada
kegiatan-kegiatan tertentu dalam kehidupan masyarakat Aceh,
seperti Peusijuek pada kenduri perkawinan, kenduri sunatan, saat ada
seseorang yang hendak berangkat haji, peusijuek hewan kurban, peusijuek
rumah atau kendaraan baru dan berbagai upacara lainnya yang sering terjadi
dalam masyarakat Aceh.
Secara umum, biasanya Peusijuk dilakukan oleh orang-orang yang sudah agak berumur dan
dihormati biasanya disebut dengan Tengku.
Tengku adalah sebutan untuk pemuka agama. Perlengkapan peusijuek terdiri dari: talam satu buah, breuh padee (beras)
satu mangkok, bu leukat kuneng (ketan kuning) satu piring besar
bersama tumpoe (penganan berupa kue yang dibuat dari tepung dan pisang)
atau kelapa merah yang sering disebut inti u(inti kelapa), teupong
taweu (tepung yang dicampur air), on sineujuek (daun cocor bebek), on
manek mano (jenis daun-daunan), on naleung samboo (sejenis rerumputan yang
memiliki akar yang kuat), glok ie (tempat cuci tangan), dan sangee (tudung
saji).
2. Kuah
Beulangong
Beulangong atau belanga besar, adalah sebutan untuk kuali besar yang
ukuran diameternya bisa mencapai satu meter. Di dalam wadah besar itu,
dimasaklah daging kambing dengan campuran pisang atau nangka. Lalu diramu
bersama bumbu dari rempah-rempah Aceh yang khas. Kayu-kayu bakar menyala di
bawah belanga besar ini. Kuah beulangong sebenarnya hanya daging sapi atau
kambing yang dimasak dalam belanga besar, kemudian dimakan bersama-sama oleh
masyarakat.
Masyarakat di
pedesaan khususnya di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar hingga saat ini
masih melaksanakan kegiatan tersebut secara turun-temurun. Kuah
beulangong juga akan ditemui saat-saat kenduri di rumah masyarakat, baik pesta
perkawinan, syukuran, maupun saat mendoakan orang yang telah meninggal.
3.
Kenduri Blang
Kenduri
Blang atau kenduri jak u blang (kenduri sebelum menanam pagi) merupakan salah
satu adat dan budaya masyarakat sebelum turun sawah. Tradisi ini sudah ada sejak
dahulu dilakukan oleh masyarakat Aceh ketika akan turun sawah atau memasuki
masa menanam padi, yang bertujuan untuk memohon doa demi keselamatan tanaman
padi dari segala hama dan penyakit. Selain
itu, kenduri blang juga bertujuan memohon kepada Allah SWT. supaya mendapatkan
hasil panen melimpah ruah.
Lazimnya
sebelum kenduri dimakan bersama, kepala gampong memberikan petunjuk-petunjuk
yang dibolehkan atau yang menjadi larangan (pantang blang) kepada masyarakat
yang hadir. Tradisi ini sampai
sekarang masih dilakukan oleh masyarakat Bireuen, Aceh Utara, dan wilayah
lainnya di Aceh.
Nah, itulah informasi mengenai
kebudayaan unik yang di jadikan tradisi turun menurun dari masyarakat di Aceh.
Oleh karena itu, mulai sekarang cintailah kebudayaan kita sendiri jangan lebih
mengaplikasikan budaya barat agar budaya tradisi tersebut tidak hilang seiring
perkembangan zaman. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi kita semua.
Sumber
Referensi :
Rosita. (2010). Kenduri
Blang, Tradisi yang Harus Diselamatkan. Di akses
pada tanggal 10 November 2015 dari www.jkma-aceh.org
Hanafiah, Junaidi. (2015). Kuah
Beulangong, Tradisi Kebersamaan Masyarakat Aceh. Di akses pada
tanggal 10 November 2015 dari http://www.sinarharapan.co/
Selasa, 03 November 2015
Inilah Tradisi Unik di Indonesia yang Tidak Anda Temukan di Negara Lain
Tradisi Unik Kebudayaan di Indonesia
yang Tidak di Temukan di Daerah Lain
Selamat
sore teman-teman semua. Kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang
budaya-budaya unik masyarakat Indonesia yang sudah dijadikan sebagai warisan
turun menurun. Penasaran dengan informasinya? Baiklah, mari kita simak
penjelasannya berikut ini.
Tahukah
anda bahwa banyak sekali kebudayaan yang sangat unik dan menarik di Indonesia?
Sebagai negara kepulauan dengan banyak provinsi, dari Sabang sampai Merauke,
Indonesia memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang tersebar di setiap
daerah dan provinsi. Akan tetapi, anehnya sebagai anak bangsa kadang kita tidak
mengetahui dan melupakan kebudayaan sendiri, sementara orang luar negeri malah
tertarik dengan kebudayaan Indonesia yang unik, menarik dan khas. Berikut
adalah budaya-budaya unik dan khas dari beberapa daerah di Indonesia.
1. Atraksi Debus di Banten
Atraksi
yang sangat berbahaya ini biasa kita kenal dengan sebutan Debus. Konon kesenian
bela diri debus berasal dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini
makin berkembang dan tumbuh besar di semua kalangan masyarakat banten sebagai
seni hiburan untuk masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan
silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak
menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan
benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.
2.
Karapan Sapi di Madura Jawa
Timur
Karapan sapi
merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur. Dalam
even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan
ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya
melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik
seronen perpaduan alat musik khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi
semakin meriah. Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai
dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sampai dengan 18 detik.
3.
Meugang,
Tradisi Unik Menyambut Lebaran di Aceh
Di juluki
Serambi Mekah, Provinsi Aceh punya tradisi unik saat menyambut Hari Raya, baik
Idul Fitri maupun Idul Adha. Namanya Meugang,
tradisi membeli daging kemudian memasak dan menikmatinya bersama keluarga dan
anak yatim-piatu.
Meugang, Makmeugang atau Makmuegang adalah tradisi menyembelih kurban berupa kambing atau
sapi. Meugang dilakukan 3 kali
setahun yakni di bulan Ramadan, Idul Adha, dan pastinya Idul Fitri.
Sehari
sebelum Lebaran, mulai pagi hari warga sudah mengerubungi mesjid di dekat
tempat tinggal. Kambing atau sapi kemudian disembelih, kemudian dibagikan
kepada warga, atau dimasak dan dinikmati bersama. Meugang adalah tradisi yang sarat makna. Dari sisi religi, warga
Aceh mensyukuri datangnya Idul Fitri. Selain itu, Meugang juga punya nilai-nilai positif lain yakni sedekah dan
kebersamaan.
Nah, itulah informasi mengenai
kebudayaan unik yang di jadikan tradisi turun menurun dari masyarakat berbagai wilayah
di Indonesia. Oleh karena itu, mulai sekarang cintailah kebudayaan kita sendiri
jangan lebih mengaplikasikan budaya barat. Semoga informasi di atas dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Sumber
Referensi :
Nursastri, SA.
(2013). Meugang, Tradisi Unik Menyambut
Lebaran di Aceh. Di akses pada tanggal 03 November 2015 dari http://travel.detik.com/
Admin. (2011). 5 Kebudayaan Unik Khas Indonesia. Di akses pada
tanggal 03 November 2015 dari http://www.marketing.co.id/

















